Cara Mengetahui Tanda-Tanda Awal Kehamilan

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan mengenai kehamilan adalah tanda-tanda yang muncul pada awal kehamilan. Pada dasarnya, tanda-tanda hamil memiliki sedikit persamaan dengan tanda-tanda yang muncul pada awal menstruasi. Maka dari itu hari ini AyoSehat.com akan membahas tentang apa saja tanda yang muncul ketika seorang wanita hamil.

Pengetahuan tentang tanda kehamilan ini sangat penting untuk menghindari keguguran. Karena keguguran sering terjadi akibat sang Ibu merasa gelaja yang dialaminya cuma gejala awal menstruasi saja. Untuk itu, mengetahui tanda-tanda yang muncul pada awal kehamilan adalah suatu hal yang sangat penting bagi anda dan pasangan anda sehingga anda dapat menjaga kesehatan janin anda sejak dini.

Pada umumnya, para ibu biasa menganggap terlambatnya menstruasi merupakan tanda-tanda yang muncul di awal kehamilan. Hal ini tidak sepenuhnya salah. Namun, perlu diketahui bahwa terlambatnya menstruasi tidak hanya disebabkan oleh kehamilan saja. Ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan terlambatnya menstruasi, seperti pola makan yang kurang sehat, kelelahan, tingkat stress yang tinggi, gangguan fungsi hormonal, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, anda sebaiknya tidak hanya berpatokan pada telatnya datang bulan (Menstruasi), tetapi juga memperhatikan tanda-tanda lain yang bisa dijadikan acuan untuk mengetahui apakah sang ibu benar-benar sedang hamil.

muntah adalah tanda-tanda awal kehamilan
Beberapa tanda-tanda umum yang muncul pada awal kehamilan:

1. Mulai Sering Meludah

Kondisi ini disebabkan karna terjadinya perubahan jumlah hormon estrogen. Biasanya tanda-tanda ini hanya terjadi pada trimester pertama kehamilan. Selanjutnya, kondisi ini akan menghilang saat memasuki awal trimester kedua kehamilan.

2. Mulai Sering Merasa Pusing dan Sakit Kepala

Pusing serta sakit kepala juga dapat dianggap sebagai tanda-tanda yang muncul pada awal kehamilan. Sakit kepala serta pusing biasanya disebabkan oleh berbagai faktor seperti rasa lelah dan mual, tekanan darah rendah, serta rasa lapar. Sakit kepala dan pusing juga dapat disebabkan oleh faktor emosional seperti depresi dan perasaan tegang. Pusing yang muncul pada saat ibu berganti posisi dari duduk ke berdiri biasanya disebabkan oleh terjadinya peningkatan aliran darah ke seluruh bagian tubuh.

3.Terjadinya Peningkatan Temperatur Basal Tubuh

Terjadinya peningkatnya temperatur basal tubuh merupakan pengaruh dari terjadinya ovulasi dan akan tetap bertahan selama masa kehamilan.

4. Mulai Sering Merasa Mual dan Muntah

Kondisi ini merupakan tanda-tanda paling umum pada awal kehamilan selain terlambatnya datang bulan atau menstruasi. Seringnya merasa mual dan muntah ini disebabkan oleh peningkatan jumlah hormone HCG dalam darah yang terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini juga terjadi pada trimester pertama kehamilan dan akan menghilang saat mulai memasuki trimester kedua kehamilan.

5. Merasa Lebih Cepat Lelah Dan Mengantuk

Perubahan hormonal yang terjadi pada masa awal kehamilan juga dapat berakibat munculnya rasa lelah yang berlebihan. Perasaan lelah dan mengantuk merupakan salah satu tanda-tanda yang muncul pada awal kehamilan yang juga disebabkan oleh meningkatnya kinerja beberapa organ tubuh seperti paru-paru, jantung, dan ginjal.

Selain itu, semakin membesarnya ukuran perut ibu juga dianggap sebagai penyebab utama munculnya rasa lelah yang berlebih pada masa kehamilan.

Selain rasa lelah dan mengantuk, sembelit juga dianggap sebagai salah satu tanda-tanda yang muncul pada masa awal kehamilan. Penyebab sembelit adalah peningkatan produksi hormon progesterone dalam tubuh anda. Hormon progesterone adalah hormon yang menyebabkan terjadinya pengenduran otot-otot pada dinding rahim dan dinding usus. Pengenduran otot-otot inilah yang menyebabkan terjadinya sembelit. Meskipun sembelit dapat mengakibatkan susah buang air besar, kondisi ini justru dapat meningkatkan penyerapan nutrisi oleh tubuh anda selama masa kehamilan.

6. Terjadinya Perubahan Ukuran Dan Karakteristik Payudara

Saat seorang ibu memasuki masa kehamilan akan terjadi peningkatan produksi hormon progesterone dan estrogen yang menyebabkan ukuran payudara bertambah besar. Selain bertambah besar, payudara juga akan terasa lebih lembut saat memasuki awal kehamilan. Tingkat sensitivitas payudara seorang ibu yang memasuki masa kehamilan juga akan bertambah yang menyebabkan payudara akan lebih mudah terasa sakit dan nyeri saat disentuh.

7. Ukuran Puting Susu Membesar

Selain ukuran payudara, saat memasuki awal kehamilan, ukuran puting susu pun meningkat (membesar). Selain terjadi pembesaran, putting susu juga akan terasa gatal dan warnanya berubah menjadi lebih gelap.

8. Munculnya Flek Yang Diikuti Dengan Kram Pada Perut

Pada umumnya, flek yang menjadi tanda-tanda kehamilan akan muncul sebelum terjadinya menstruasi atau 8 sampai 10 hari setelah ovulasi terjadi. Munculnya flek merupakan efek yang ditimbulkan oleh embrio yang menempel pada dinding rahim. Munculnya flek biasanya diikuti oleh kram perut. Pada umumnya, kram perut yang terjadi pada masa awal kehamilan akan bersifat teratur dan akan berlangsung hingga trimester kedua kehamilan.

9. Meningkatnya Frekwensi Buang Air Kecil

Hal lain yang dapat dianggap sebagai tanda-tanda yang muncul pada awal kehamilan adalah meningkatnya frekwensi buang air kecil. Meningkatnya keinginan serta frekwensi buang air kecil biasanya akan terjadi pada satu sampai dua minggu setelah terlambatnya menstruasi. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan janin di dalam kandungan yang memberikan tekanan pada kandung kemih. Selain itu, meningkatnya frekwensi buang air kecil juga disebabkan oleh terjadinya peningkatan sirkulasi darah di dalam tubuh serta peningkatan produksi hormon kehamilan. Usahakan untuk tidak menahan buang air kecil serta menambah asupan cairan untuk menghindari dehidrasi serta masalah kesehatan lainnya.

Tanda-tanda yang dijelaskan di atas merupakan tanda-tanda yang sifatnya umum. Setiap ibu bisa saja mengalami tanda-tanda yang bervariasi. Beberapa ibu bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda spesifik pada masa awal kehamilan. Untuk menentukan masa kehamilan secara lebih tepat, ada baiknya anda berkonsultasi ke dokter kandungan dan menjalankan tes kehamilan.

Kehamilan pastinya merupakan salah satu hal yang paling dinantikan oleh setiap pasangan yang sudah menikah. Kehidupan berumah tangga akan semakin lengkap apabila seorang ibu mulai memasuki masa kehamilan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kehamilan adalah tingkat kesuburan anda dan pasangan anda. Pasangan suami istri dengan tingkat kesuburan yang tinggi akan memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan kehamilan. Selain itu, kesehatan juga merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi kehamilan. Seorang ibu yang memiliki masalah kesehatan akan memiliki peluang yang lebih rendah untuk mendapatkan kehamilan.

Salah satu hal yang penting diperhatikan pada masa kehamilan adalah makanan yang anda konsumsi. Ada kalanya anda harus menghindari makanan-makanan tertentu untuk menjaga kesehatan anda dan janin di dalam kandungan anda.

Apabila anda tidak mampu mengetahui tanda-tanda yang muncul pada awal kehamilan dan anda tetap mengkonsumsi makanan yang seharusnya tidak anda konsumsi, kemungkinan terjadinya keguguran akan menjadi cukup tinggi.

Tidak mengetahui tanda-tanda yang muncul pada awal kehamilan juga akan berakibat kurangnya persiapan dalam menjalani masa kehamilan. Di lain pihak, beberapa pasangan dapat mengalami stress karena keliru mengartikan tanda-tanda yang muncul pada awal kehamilan. Dalam beberapa kasus, ibu yang menunjukkan tanda-tanda yang dianggap sebagai tanda-tanda kehamilan ternyata tidak mengalami kehamilan sama sekali. Hal seperti ini tentu akan sangat mengecewakan pasangan yang sedang menunggu kehamilan.